Granqvist Siap Tunjukkan Kualitasnya

Granqvist Siap Tunjukkan Kualitasnya

Granqvist Siap Tunjukkan Kualitasnya Andreas Granqvist tidak menonjol saat menjalani dua musim di klub Inggris, Wigan Athletic. Namun pemain bertahan Swedia ini siap memperlihatkan perkembangan dirinya saat timnya berhadapan dengan Inggris di perempat final Piala Dunia, Sabtu (7/7).

Bek tengah ini menghabiskan lima tahun terakhir dengan dikontrak klub Rusia, Krasnodar. Ia telah menantangani kontrak untuk kembali ke Swedia setelah turnamen akbar. Piala Dunia akan menjadi kisah manisnya di level tertinggi.

“Saya merasa enerjik untuk seseorang berusia 33 tahun,” ucapnya kepada para pewarta.

Meski tinggi dan kuat, hanya sedikit orang yang memprediksi bahwa ia akan mencapai level ini ketika ia kesulitan untuk menembus tim inti Wigan pada awal usia 20-annya setelah didatangkan dari Helsingborg. Secara keseluruhan, ia hanya mencatatkan 14 penampilan di Inggris.

Pada akhir musim keduanya ia kembali ke Swedia ke Helsingborg sebagai pemain pinjaman untuk menemukan kembali penampilan terbaiknya sekaligus membangun rasa percaya diri. Ia kemudian bermain baik untuk mengamankan kepindahan ke klub Belanda Groningen.

Mendapatkan lebih banyak ruang dan waktu dibanding saat masih bermain di Inggris, ia membangun reputasi sebagai bek papan atas dan ancaman serius terhadap gawang lawan.

Ia memiliki catatan gol yang apik ketika pindah ke klub Liga Italia Genoa dengan ikatan kontrak empat tahun pada 2011, namun sepak bola Italia terbukti menjadi sekolah akhir bagi sang pemain bertahan, dan ia pindah ke Krasnodar pada 2013.

Dengan pensiunnya Zlatan Ibrahimovic setelah Piala Eropa 2016, pelatih baru Swedia Janne Anderson segera menunjuk Granqvist sebagai kapten, memberi sinyal tipe timnas Swedia yang ingin ia bangun.

“Ia berbakat, saya tidak perlu terlalu memikirkannya. Ia komunikatif, bertanggung jawab dan memiliki semangat juang yang saya sukai,” kata Andersson ketika membuat pengumuman.

Granqvist sangat cocok di skuat Swedia dan tidak takut memperlihatkan emosinya. Pada beberapa kesempatan ia menangis karena gembira di lapangan ketika Swedia melaju, pertama dari pertandingan play-off melawan Italia dan kemudian ketika mereka memuncaki klasemen grup Piala Dunianya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: