Liverpool yang Harus Konsentrasi

Liverpool yang Harus Konsentrasi

Liverpool yang Harus Konsentrasi

Kemenangan ketika The Reds mengalahkan Manchester City dalam laga Liga Primer, dua pekan lalu. Torehan positif tersebut menjadikan pasukan Juergen Klopp sebagai tim yang mampu mengakhiri rapor tidak terkalahkan The Citizens sepanjang musim ini.

Seharusnya, kemenangan tersebut bisa menambah kekuatan Jordan Henderson dan kawan-kawan. Kemenangan yang memberikan vitamin C. Namun, yang terjadi malah sebaliknya, sukses itu malah menjadi “penyakit”. Setelah kemenangan tersebut, Liverpool kalah dari Swansea City di Liga Primer, lalu ditaklukkan West Bromwich Albion yang membuat mereka terlempar dari Piala FA. Ini bukan kali pertama virus tersebut menyerang The Reds.

Meski demikian, dua kekalahan beruntun yang belakangan mereka alami menjadi pukulan telak karena ini kali pertama mereka mengalaminya sejak setahun lalu. Untuk melihat kekalahan beruntun yang dialami Liverpool terjadi pada pertengahan dan akhir Januari 2017. Dimulai dari takluk lawan Swansea City, ditekuk Southampton, kalah dari Wolverhampton, imbang lawan Chelsea, dan takluk dari Hull City. Dari semua catatan tersebut, kemudian muncul kesan bahwa Liverpool justru kesulitan setiap kali menghadapi tim-tim gurem atau klub yang levelnya di atas kertas di bawah mereka.

Dua kekalahan terakhir, dialami dari tim dengan kelas seperti itu, Swansea dan West Brom. Hari ini atau Rabu dini hari WIB, mereka akan kembali menghadapi tim “kelas dua”, Huddersfield Town. Dan, jika mereka kembali mengalami kekalahan, pasukan Klopp bakal dinilai mereka dalam krisis. Liverpool tim yang mengalahkan klub kuat seperti City tapi kemudian rontok ketika menghadapi Swansea dan West Brom. Ketika Liverpool mengalahkan City, fan dan pers Inggris pun menyatakan bahwa Liverpool telah melupakan Philippe Coutinho.

“Coutinho yang mana?”, kini setelah dua kekalahan beruntun, The Reds kembali mengingat perbedaan yang diberikan Coutinho, pemain yang kini sudah bergabung ke Barcelona. Tentu saja, selalu ada penjelasan dari setiap kekalahan. Lawan Swansea contohnya, satu-satunya gol yang masuk ke gawang Liverpool terjadi karena kesalahan bek baru mereka, Virgil Van Dijk. Sedangkan kekalahan dari West Brom juga karena kesalahan individu, dalam hal ini bek Joel Matip.

Setelah hasil yang tidak konsisten dalam tiga laga terakhir, Liverpool kini justru diragukan mampu menjadi tim yang bisa meraih gelar Liga Primer pada musim depan (2018/19). Meski demikian, kondisi ini masih bisa diperbaiki. Kemenangan atas Huddersfield dalam laga nanti bisa membuat The Reds menjaga asa mereka untuk meraih tiket Liga Champions. Mereka membutuhkan kemenangan ini karena di akhir pekan ini, Klopp akan membawa pasukannya menjamu pesaing mereka: Tottenham Hotspur, yang posisinya tepat di bawah mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: