Momen Layak Dikenang dari Piala Dunia 2018

Momen Layak Dikenang dari Piala Dunia 2018

Momen Layak Dikenang dari Piala Dunia 2018
Turnamen sepak bola akbar Piala Dunia 2018 telah berakhir pada 15 Juni lalu. Turnamen yang berlangsung di Rusia sejak 14 Juni itu meninggalkan banyak cerita dan momen dramatis.

Berikut ini momen penting dari Piala Dunia 2018:

1. Prancis Juara
Prancis kembali mengulangi kesuksesan 20 tahun lalu. Pada 1998 tim Ayam Jantan itu menjadi juara mengandaskan Brasil dengan skor 3-0 di kandangnya. Kini, bersama Kylian Mbappe dan kawan-kawan, Prancis kembali mengulangi momen dua puluh tahun lalu itu. Di partai puncak, yang berlangsung di Moskow, Prancis yang tampil kurang meyakinkan di babak penyisihan grup mampu mengalahkan Kroasia 4-2. Mereka jadi yang terbaik, meski dikritik kurang mampu menunjukkan permainan yang atraktif.

2. Perjalanan menakjubkan Kroasia

Meski kalah di final, Kroasia mencatatkan pencapaian terbaiknya selama berlaga di Piala Dunia. Sebelumnya, pada 1998 Kroasia dengan ujung tombak Davor Suker juga tampil gemilang hingga sampai di semi final. Kala itu mereka juga takluk dari tuan rumah Prancis dengan skor 1-2. Luka Modric mendapatkan penghargaan pemain terbaik di Piala Dunia kali ini. Hasil itu tak pelak karena kiprahnya yang berhasil mengantarkan Kroasia sampai ke partai puncak. Mulai dari menyapu bersih seluruh pertandingan di babak grup dengan kemenangan sampai selalu berlaga lebih dari 90 menit di fase penyisihan.

3. Kontroversi VAR

Piala Dunia 2018 memakai teknologi Video Assistant Referee (VAR). Teknologi itu bertujuan untuk membantu wasit dalam membuat keputusan. Namun, dalam praktiknya kontroversi tetap ada. Penolakan akan VAR diungkapkan oleh beberapa pemain seperti Nordin Amrabat dari Maroko saat timnya harus menderita gol di akhir laga saat menghadapi Spanyol. Saat itu wasit sempat ragu, tetapi setelah menyaksikan tayangan ulang wasit memutuskan untuk mengesahkan gol Iago Aspas. Pada saat final pun juga terjadi kontrovesi saat wasit Nestor Pistana harus mengecek VAR untuk memastikan memberikan penalti untuk Prancis. Hasilnya ia menilai Ivan Perisic melakukan pelanggaran berupa hand ball.

4. Generasi Emas Belgia finis ketiga
Dengan skuadnya bertabur bintang, mulai kapten Eden Hazard, ujung tombak Manchester United Romelu Lukaku, sampai kiper Chelsea Thibaut Courtois, Belgia digadang-gadang bisa menjadi juara. Namun, generasi emas kedua Belgia itu harus puas finis di urutan ketiga, dengan mengalahkan Inggris di laga terakhirnya. Torehan itu jadi catatan terbaik mereka di Piala Dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: