PSM Geram Dengan Kepemimpinan Wasit Iran

PSM Geram Dengan Kepemimpinan Wasit Iran

PSM Geram Dengan Kepemimpinan Wasit Iran

PSM Makassar gagal menang usai ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Persija Jakarta. Berlaga di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Selasa (15/8). Kubu tim tamu menuding faktor wasit berengaruh pada kegagalan tim berjuluk Juku Eja menang.

Padahal mereka sempat unggul 2-0 di babak pertama melalui Marc Klok dan William Jan Pluim. Sebelum akhirnya tim berjuluk Macan Kemayoran berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Selepas pertandingan pelatih PSM, Robert Rene Alberts menyebutkan keputusan wasit asal Iran Bonyadifard Mooud banyak merugikan timnya. Sebagai contoh ketika wasit tersebut menganulir gol Jan Pluim di menit ke-82. Pemain asal Belanda dianggap handball sebelum membobol gawang Andritany.

Tak hanya itu. Saking geramnya dengan wasit yang sempat memimpin laga Arema kontra Persib ini, Rene Alberts harus mendapatkan kartu merah lantaran dianggap melakukan protes berlebihan.

“Saya kira dari hasilnya sudah diketahui dan kedua tim bekerja keras untuk memenangkan laga. Kita mendominasi babak pertama dan memainkan sepakbola yang baik,” ujar Pluim

“Saya juga salut dengan Persija karena mereka mencari peluang untuk mencari dua gol penyeimbang. Dua puluh menit terakhir saya kira kedua tim habis dan mereka pun tetap mempunyai peluang untuk melanjutkan laga. Dan sayangnya gol Pluim dianulir serta mendapatkan kartu kuning karena tidak melakukan apapun dan makanya kita tidak bisa memenangkan laga,” tambahnya.

Sarankan penerapan teknologi video

Secara keseluruhan dirinya puas dengan dua laga away yang mereka menjalani. Patut diketahui tim asal Makassar ini sukses mengumpulkan poin empat dari sekali menang atas Persela serta satu kali imbang dengan Persija.

“Namun kalau kita merujuk pada pertandingan tadi dengan memimpin 2-0 kemudian diakhiri dengan 2-2 tentu kecewa. Namun kekecewaan terbesar adalah wasit yang kita bawa dari jauh sana, dari antah berantah tetap masih di bawah standar,” tegasnya.

Bahkan mantan Arema ini menyarankan agar kompetisi Liga 1 menggunakan teknologi VAR (Video Assistent Referee) dengan harapan kesalahan dalam mengambil keputusan tidak akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: